Showing posts with label activities. Show all posts
Showing posts with label activities. Show all posts

Tuesday, October 9, 2007

The Half

It's a bit late. But i post it anyway.

It was 5th of October. Everything was going on as usual.

But there were some new things.

Penguins and cats.

Some photos and birthday present talks.

Freezing nose and blushing cheeks.

And suddenly this incomplete piece has found its half.

Tuesday, October 2, 2007

Dehidrasi Bikin Lemot

Pada tau iklan minuman isotonik yang mengangkat isu bahwa kekurangan cairan bisa bikin orang jadi lemot, kan? Bukan bermaksud mau mendukung kampanye mereka (karena saya memang bukan orang marketing mereka), tapi kemarin hal ini beneran saya alami.

Seperti biasa, Hari Senin adalah harinya saya, satu-satunya karyawan di kantor yang beruntung bisa libur di Hari Minggu dan Senin. Hari Senin sering saya manfaatkan untuk menyelesaikan urusan-urusan non-kantor yang belum selesai seperti hal-hal administratif yang memang harus dilakukan pada hari dan jam kerja, atau kegiatan-kegiatan pribadi lainnya.

Nah, Hari Senin kemarin kebetulan lumayan banyak agenda yang harus saya selesaikan. Mulai dari ngirim paket buat sodara di Jakarta, servis lampu motor yang kemarin putus, cetak foto kakak ipar, beli handsfree di pusat kota, nyuci baju yang biasanya emang udah numpuk tiap senin sampai hair treatment.

FYI, kemarin sedang panas-panasnya, dan dalam kondisi puasa, pula.

Lemot #1

Singkatnya saya ke ATM untuk ngambil duit beberapa ratus ribu. Buat bayar ini-itu, sekalian buat simpanan cash bulanan. Tapi sebelumnya pingin ngecek saldo dulu, memastikan apakah ada perubahan nominal setelah saya cek lewat web tempo hari.

Mungkin saking panas dan hausnya, konsentrasi saya buyar. Saat disodorin menu di layar ATM, yang saya pilih bukannya menu 'Transaksi Lain', melainkan menu penarikan dengan nominal terbesar (lihat gambar, pojok kiri atas). Sialnya, di ATM tersebut nominal terbesar adalah Rp 1.250.000 T_T
Jadilah saya keluar dari ATM dengan mengantongi segepok lembaran 50rban.

Lemot #2

Setelah tanya-tanya ke teman tentang jasa pengiriman paket, saya dikasih saran untuk ke DHL, FedEx atau Leuwigadjah, lengkap dengan lokasinya. Berhubung sedang lemot, lokasi-lokasi tersebut nggak tergambar jelas di pikiran saya.

Saya tiba-tiba lupa arah, dan akhirnya memutuskan untuk mengirimkan paketnya lewat Pahala Kencana.

Lemot #3

Selanjutnya adalah beli handsfree di kawasan pusat pertokoan. Ada 2 macam handsfree yang ditawarin ke saya. Yang biasa harganya 15rb sedangkan yang bagusan harganya 24rb. Informasi dari seberang sana, pakai yang biasa saja sudah cukup. Jadilah saya pilih yang biasa.

Saat saya coba, both earphone dan microphonnya nggak berfungsi dengan baik. Tapi entah kenapa saya bayar juga dan pergi meninggalkan toko.

Lemot #4

Lupa lokasi parkir motor T_T

Lemot #5

Begitu nyampe rumah, dengan bangganya merebahkan diri di kasur sampai ketiduran. Lupa nggak nyuci dan hair treatment T_T

Lemot #6

Bangun tidur pas adzan magrib. Sebelum menyantap menu buka puasa, saya memutuskan sekedar membatalkan dengan minum dan wudu untuk sholat magrib dulu. Tapi sampai di kamar malah tidur lagi sampai Isya' T_T

---

Moral of the story : being lemot sucks!!!

Sunday, September 16, 2007

Edisi Ramadhan - Apa isi kulkasmu

What : Read the title, thank you.

Why : Summoned by rekan sebelah meja

Who : Yang nyasar kesini dan baca postingan ini

When : Pas ramadhan dong

How :
1. Ambil gambar isi kulkas/lemari makanan/meja makan Anda
2. Posting di blog/milis
3. Pingback ke posting ini (cuman buat tracking aja, jadi saya bisa liat - optional)
4. Summon temen Anda untuk ngikut

Mine:



Story behind the scene :
As you can see...... kosong.... Ramadhan gak ramadhan, saya tetep aja kelaparan waktu malam.
Karena gak punya kamera digital, saya rela gotong lappy ke depan kulkas, ambil potonya pake webcam. Nggak mungkin kulkasnya yang saya bawa ke kamar, kan?

Memanggil : The Outsiders

*menantikan postingan berjudul "Isi Kulkas Ituh..." :)) *


Friday, September 14, 2007

Movie-Watching Disturbance

Buat orang-orang yang menghargai momen-momen saat nonton film bareng teman di rumah, kemungkinan pernah mengalami gangguan-gangguan yang berasal dari sumber berikut ini :

The Spoiler

Anda punya teman tipe spoiler? Itu lho, teman yang suka kasih bocoran cerita film tanpa diminta, sementara kita jelas-jelas menikmati rasa penasaran hingga sampai waktunya kita cari tau sendiri.

Saya punya. Kalo sekedar kasih guideline sih nggak masalah. Yang parah adalah, saat saya sedang nonton film dan dia duduk di sebelah saya, dia menceritakan kejadian detik demi detik di menit-menit selanjutnya.

Rasanya pingin teriak, "Shut Tje Fuk Up!!". Tapi berhubung teman sendiri, ya sudah lah. Saya pura-pura cuek aja.


The Sleeper

Lain lagi dengan tipe sleeper. Saat kita sudah pernah nonton filmnya, dan kita ingin berbagi momen-momen penting di film itu (lucu, romantis, heboh, mencekam), ybs malah tidur pulas.

Teman seperti ini saya juga punya. Dan sialnya, lagi-lagi dia teman baik saya.


The "I'm-so-busy"

Gangguan yang saya alami saat nonton bareng teman dengan tipe ini, hampir sama dengan saat nonton bareng teman tipe sleeper. Hanya saja bedanya, ybs memang tidak tidur. Instead, hapenya sering bunyi, smsnya berdatangan terus, tamu mencet bel berkali-kali, bentar-bentar beranjak dari kursi (bikin minum lah, ambil bantal lah, blablabla).

Padahal saat itu saya juga ingin berbagi scene-scene kunci dalam film itu.


The Pure Evil

Ini yang paling ekstrim, karena biasanya orang-orang ini memang tidak ikut nonton film, tapi ikut berada di lokasi. Pure disturbance, pure annoyance, pure evil.



Jadi sepertinya saya harus lebih selektif memilih teman, lokasi dan waktu nonton film.

Sunday, September 9, 2007

Bali, Pertama Kali

Setelah sekian lama membendung keinginan untuk ke Bali (karena nggak ada kesempatan maupun biaya), akhirnya hari Rabu kemarin kesampaian juga. Kantor saya mengadakan gathering dengan tim Jakarta di Bali. Bagus lah ;)

Perjalanan Malang-Bali kami tempuh menggunakan bis dari sebuah perusahaan Tour and Travel. Good driver, good crew, good guide, good bus, good service. Many thanks to mbak Mela (or something). Good service, indeed. Tapi Itu tidak termasuk memutar lagu2 sinetron (lengkap dengan versi remixnya) dan film tuna mutu semacam 'Suster Ngesot Gentayangan' ^^

Saya nggak berniat menceritakan semuanya secara kronologis, apalagi sistematis dan aneh seperti salah satu postingan temen saya tentang Bali. Karena saya cuma mau cerita 'hal2 pertama kali' yang saya dapat selama di Bali. Berikut hanya beberapa diantaranya :

- Melakukan perjalanan ke Bali
- Nyebrang Ketapang-Gilimanuk PP naik Ferry
- Spa :D
- Ketemu dan ketawa-ketiwi sama tim Jakarta, LIVE
- Liat GWK dari dekat
- Nonton Kecak dan Flame Dance, LIVE
- Foto sunset di Ulu Watu
- Dinner di Jimbaran
- Jalan di pantai malam hari (love this the most)
- Rafting
- Naik taksi ke Kuta ^^
- Being nervous again after quite long years ;p
- Belanja di Sukowati


blablablablabla...

Dan sekarang saya sudah pulang :D

---

Skrinsut


(wajah kusut di jimbaran)

Wednesday, August 22, 2007

Hari Sakit

Hari ini saya nggak sendirian ternyata. Banyak yang lagi pasang status nggak sehat.




Ya, yang sakit gigi itu saya T_T

Tuesday, August 14, 2007

Send and Escape

Saya punya kebiasaan (buruk, bagi sebagian orang) membuat taskbar saya sebersih mungkin. Mata jadi sepet rasanya liat taskbar penuh. Makanya program2 yang sudah ndak diperlukan, ditutup. Tab2 browser yang jarang dibuka juga ditutup. Tab2 script yang sudah nggak diutak-atik di editor, di-save trus di-close. YM dan Winamp juga cuma muncul di System Tray.

Ini juga berlaku buat chat window YM. Terlebih lagi kalau sedang chat sama banyak orang sekaligus. Tiap selesai kirim msg, langsung hit escape (nutup chat window). Kalau lupa percakapan sebelumnya, tinggal tekan F3 untuk liat Recent Messages.

Yang jadi masalah, kebiasaan ini sering juga saya lakukan saat sedang konfrens di YM. Jadinya dalam 1 sesi konfrens, bisa ada 3 message seperti dibawah ini yang saya kirim ke invitor (sialnya, yang sering adalah IT manajer di kantor ^^;;)

"Maaf, pak. Kepencet ESC. Bisa minta tolong invite lagi?"

Wednesday, August 1, 2007

Tragedi Rabu Dini Hari

Malem ini ngantuk banget. Saya memutuskan untuk tidur lebih awal. Tawaran chatting dari beberapa teman terpaksa saya tolak.

Baru merem sebagian, malaikat kecil ini masuk dan mulai menata mainannya di tempat tidur saya.

"Adek kok nggak bobo? Ini udah malem, ayo bobo di ayah sana. Nanti dimakan kucing lho...", kata saya.

Tapi dia cuek aja tuh. Mainannya sekarang sudah berserakan di kasur saya. Ah biarlah, nanti kalau sudah capek juga balik ke kamar orang tuanya. Saya berlagak cuek dan mulai tertidur.

Belum lama mulai hilang kesadaran, tiba2 saya harus terbangun. Sesuatu yang keras mendarat di hidung saya, kakinya mulai iseng T_T. Saya masih memutuskan cuek dan berusaha untuk segera tertidur.

Sekitar satu jam kemudian saya terbangun lagi dan mendapati dia tidur pulas di sebelah saya. Harus segera dipindah ke kamar orang tuanya, sebelum ngompol disini. Tapi menunggu satu jam lagi mungkin nggak masalah. Cek celananya, beres, belum ngompol.

Tepat jam 2.15 saya bangun lagi. Dia masih disitu, masih pulas. Cek celananya.... damn, I'm a dead man! Hal yang saya takutkan lebih dari apapun terjadi malam ini. Dia ngompol di kasur saya.
>_<

Sepertinya ngompolnya barusan, karena masih hangat. Segera saya bergegas ke kamar orang tuanya. Ketok sekali, ketok dua kali, ketok tiga kali, baru ada yang nyahut.

"Anakmu ngompol tuh"

Ada suara nggeremeng2 khas orang bangun tidur. Bagus, mereka bangun. Bentar lagi dia dibawa, dan saya mesti segera memikirkan langkah2 supaya bekas ompolnya nggak nyebar.

Ditunggu sampe 10 menit orang tuanya gak keluar2 juga. Udah mulai ngantuk sekaligus jengkel banget. Sengaja saya nyalain letop dan nyetel Dream Theater keras2, berharap mereka 'terusik' dan terpaksa bangun.

Ayahnya baru keluar setelah lagu ke dua. Ngintip sebentar ke kamar saya sambil nanya, "Opi tidur ya?", trus ke toilet. "Yeah, cepetan dievakuasi. Ngantuk nih", batin saya.

Balik dari toilet, ayahnya cuma lewat di depan kamar saya dan langsung masuk ke kamarnya.
T_T

Buru2 saya susul ke kamarnya. Tepat di depan pintu, saya bicara setengah teriak, "MAS, OPI NGOMPOL. TOLONG DIAMBIL YAA....". Baru deh ayahnya keluar dan langsung ke kamar saya. "Duuuh, ngompol yaa. Nggak dikasih perlak sih", katanya.

cuaapeee deeeeee >_<

Setelah dia dievakuasi, saya cuma bisa bengong. 'Hasil karya'-nya sekarang udah seluas Indonesia Raya. Nggak sempat diantisipasi biar nggak meluas.

hiks...
malem ini saya mesti tidur dimanaaa ?

T_T


Wednesday, July 25, 2007

Menua di Bandara

Tanggal 21 dan 23 kemarin, saya benar-benar tau rasanya 'menua di bandara'.

Dari 4 penerbangan, 3 diantaranya saya menggunakan jasa Lion Air yang semuanya rata-rata delayed 1 jam. Saya nggak keberatan kalau keterlambatan itu memang disebabkan cuaca buruk, atau adanya pengecekan ulang demi keselamatan penumpang. Tapi mbok ya jangan 'telat every flight' gitu.

Bayangkan betapa penatnya menunggu di bandara. Tapi setelah berjam-jam ditunggu, yang muncul hanya pengumuman keterlambatan dengan alasan yang nggak jelas pula.

Tanggal 21

Perjalanan Surabaya-Jakarta saya tempuh menggunakan jasa maskapai Garuda Indonesia. Memang, ada harga ada rupa. On time, kabin bersih, seat nyaman, flight attendants ramah, peragaan penggunaan alat2 keselamatan melalui layar video yang ada diatas seat masing2 dengan kalimat yang jelas, smooth take-off and landing.

Andai jari tangan saya jempol semua, Garuda bakal dapet 'ten thumbs up' dari saya. Kalo perlu twelve, sekalian jempol kaki.

Pesawat take-off dari Juanda jam 7 pagi dan landing di Cengakareng jam 8 pagi, sesuai jadwal.

Karena flight ke Palembang baru jam 1 siang nanti, saya dan temen saya yang sudah nuggu di bandara ngobrol-ngobrol dulu sekalian makan di sana. Ya, saya 5 jam nunggu flight berikutnya. Proses penuaan dini di bandara sudah dimulai.

Jam 12 kami sudah di ruang tunggu penerbangan. Tapi penantian kami di ruang tunggu selama satu jam itu (sambil ketiduran, karena memang kurang tidur) ternyata hanya untuk mendapat pengumuman penundaan penerbangan dari pihak Lion Air. (I want my 1-hour life back!)

Jam 2 siang kami boarding dan baru sampai di Palembang jam 3 seperempat sore, terlambat sekitar satu jam lebih dari yang dijadwalkan. Mungkin keterlambatan boarding tadi disebabkan juga oleh buruknya cuaca di Palembang saat itu.

Komentar temen saya waktu landing di Palembang, "You call that a landing? Much like an emergency landing for me."

Tanggal 23

Sesuai jadwal di tiket yang saya pegang, flight dari Palembang ke Jakarta seharusnya jam 2 siang. Karena itu jam setengah satu kami sudah berangkat ke bandara dan siap di ruang tunggu jam 1 siang.

Tapi lagi-lagi pengumuman keterlambatan penerbangan dari pihak Lion Air membuat hidup saya terbuang sia-sia di bandara. Well, paling nggak bandara ini punya smoking area dengan view yang bagus.

Jam 4 sore pesawat baru landing di Cengkareng. Terlambat lagi sekitar satu jam dari yang dijadwalkan. (hey cute lion, you owe me about 3-hours of my life now)

Penerbangan ke Surabaya masih jam 19.30. Mau gimana lagi selain nunggu? Jam 6 temen saya pamit pulang dan saya mulai check-in untuk ikut flight selajutnya.

Ruang tunggu sudah padat. Perasaan saya nggak enak, sepertinya mereka adalah penumpang harusnya sudah berangkat dari tadi. Dan benar saja, mereka baru boarding jam setengah delapan, sementara flight saya kena delay lagi. Jam 10 malem, pesawat baru landing di Juanda.

Saking capeknya, rasanya udah nggak kuat lagi untuk menggerutu.

Saya jadi ingat pertanyaan temen saya di Bandara tadi sore, "Menurutmu, maskapai penerbangan itu seharusnya mementingkan safety atau comfort?"

Saya jawab, "Dua-duanya dong. Percuma kan kalo nyaman tapi nggak aman? Tapi aman juga harus tetap membuat nyaman. Bagaimana penumpang bisa merasa aman kalau penerbangannya nggak nyaman?"

Nyaman yang saya maksud juga termasuk 'no delay'.

Yah, mungkin 'Delay is Our Feature' sudah jadi motto mereka yang baru.

Dan saya menua di bandara.

Friday, June 22, 2007

Diare

Apa yang Anda lakukan saat Anda lapar? Pastinya makan dong.

Kalau di rumah sedang nggak ada makanan (bahkan persediaan mie instan pun habis)? Beli makan di luar, umumnya.

Jam 2 pagi? Sementara perut yang melilit membuat anda tidak bisa tidur.

Anda punya beberapa pilihan :
1. Beli nasi goreng, yang umumnya memang adanya jam segitu. (tapi saya sih bosen)
2. Beli mie instan di warungnya Eny, yang memang buka sampai pagi. (tapi saya sih bosen)
3. Ke pasar subuh, yang (katanya) harga seporsi lebih mahal dari paket nasinya MacD. (saya sih males)
4. Atau sekalian ke MacD drive thru aja, yang emang buka 24 jam. (hmmm.....)

Poin ke 4 itu saran dari mbak ini saat kita chatting tengah malam tempo hari. Bayangan ayam goreng krispi dan nasi panas terus saja muncul di benak saya. Delivery? Saya lagi nggak pegang cash, maklum tengah bulan. Tapi akhirnya berangkat juga, meski harus membobol ATM dulu.

Oke, enak banget ternyata makan di MacD saat kelaparan kritis. Setengah 4 pulang kekenyangan.

Tapi bangun paginya, perut saya terasa nggak beres. Bahkan sarapan pun nggak tuntas. Ternyata saya sempat masuk angin dalam perjalanan ke MacD tadi malam. Udara di Malang memang sedang dingin-dinginnya, terlebih saat malam/dini hari.

Siksaan ini berlanjut hingga hari berikutnya. Saya diare. Kepala pusing, perut mual, BAB nggak normal. Bahkan sempat tidur di kantor karena nggak kuat kerja. SMS ke dokter cantik, tapi nggak dibales.

Yang saya tau sih, diare itu disebabkan oleh meningkatnya populasi bakteri merugikan di dalam perut. Karena itu populasi mereka harus dikendalikan. Beberapa botol Yakult per hari ternyata lumayan membantu.

Sekarang sudah mendingan. Masih mual, tapi sudah nggak diare.

Jadi, sodara-sodara. Moral of the storynya adalah :
tidurlah sebelum lapar.

Friday, June 15, 2007

asl plz

Memang masih jaman ya pake 'asl pls' kalo chatting di YM? Setau saya sih itu adanya jaman boomingnya mIrc dulu. Tapi CMIIMW. Mungkin mereka yang pakai itu memang awalnya mIrc chatters. Atau itu memang kode etik chatting, saya juga kurang tau.

Tapi yang jelas, selama ini saya jarang nemuin 'asl pls' di YM, setidaknya sampai sore ini.

Kenal seseorang lewat social network-nya reporo. Setelah dapet emailnya, cek di FS, ada. Ya udah, saya add sekalian. Kebetulan dia pakai account Yahoo, saya add juga di YM. Eh, ada juga. Jadi begitu dia nongol di contact list YM saya, langsung saya todong,

saya: haluuu... ^^
dia : Yup halo
saya: masi inget sayah? ^^
dia : Masih lah. eh tp nm lu sapa y?
saya: panggil gum aja ya
dia : Asl plz
saya: deja vu mIrc nih ^^;
saya: ok
saya: a : 26 (tapi mau dianggep 17 juga gpp)
saya: s : cowok lah (liat avatar kan?)
saya: l : malang
saya: p : belum pnya (p = pacar?)
saya: l : malang (kan udah disebut tadi)
saya: z : ???

Dianya bingung, lama ndak bales, kemudian sign out
salahnya dimana ya? ^^

Wednesday, May 30, 2007

Sendirian itu...


2007-05-29, hari dimana saya benar-benar membutuhkan teman.

Pulang kantor sekitar jam 6 malam. Sewaktu masih di depan pagar kantor, saya kirim SMS ke Buddy1,

me : Somay yuuk... ^^

10 menit kemudian ketika saya masih di jalan, ponsel saya bunyi, tanda ada SMS masuk. Beberapa menit selanjutnya saat saya sudah sampai di rumah dan mulai meletakkan tas, saya buka SMS baru di inbox yang isinya,

Buddy1 : I'd love to. Tapi jam 8 ada Miss Universe ^^

Saya reply,

me : Yaaah... :(

Hm.. nggak bisa disalahkan. Ajang pemilihan Miss Universe termasuk acara yang layak tonton, tidak seperti sinetron atau infotainment. Jadi bisa dimaklumi. Tapi saya tetap harus keluar rumah malam ini. Jadi saya sms Buddy2,

me : Hoi, busy? Ndelok2 ransel leptop yuk

2 menit kemudian ada SMS masuk,

Buddy2 : Omah ra ono wong. Kabeh metu gag nggowo kunci."

OK, family stuff. Nothing that I could do about it. Me to Buddy3,

me : Ndeng, ndek endi kowe?

2 menit, 5 menit, 10 menit tanpa reply. Mungkin dia sedang kehabisan pulsa, atau ponselnya ketinggalan di suatu tempat, atau dia sedang 'disidang' sama pacarnya, atau karena alasan-alasan konyol lainnya. Ya sudah lah, skip.

Sempat terpikir untuk menghubungi Buddy4. Tapi kemarin dia bilang sedang sakit dan akan menghubungi saya setelah sehat. Karena belum juga telpon/sms, berarti memang masih sakit.

Buddy6 jelas sedang sibuk dengan skripsinya. Beberapa hari belakangan ini dia melimpahkan keluh kesahnya ke saya. Nggak tega mau interrupt.

Buddy7 mungkin nggak keberatan. Hmm, tapi nggak lah. Kami belum terlalu akrab.

Buddy8? ^^. First of all, saya nggak tau bagaimana cara mengajaknya, karena....(beep) ^^. Yang kedua, saat itu sudah lumayan malam. Kalaupun mau diajak keluar, saya nggak yakin bisa memulangkannya tepat waktu, nggak bagus untuk image saya. Lagipula dia pasti capek sekali karena seharian ngajar ^^

Fine, saya berangkat sendiri. Tujuan utama, beli ransel laptop. Bagaimanapun juga saya harus dapat malam ini. Sudah terlanjur sakaw. Karena nggak punya referensi belinya dimana, saya sms Buddy9.

me : Sam, tuku ransel leptop ndek endi selain fastncheap (tidak bermaksud promosi, red)
Buddy9 : Konter Eiger Ramayana (sekali lagi, tidak bermaksud promosi, red)

Nggak sampai 15 menit, saya sudah di TKP. Tanya sana, lihat sini, tengok sana, pilih sini,

me : Waduh, above 350. Liyane ndek kene ndek endi, sam?
Buddy9 : Fancen segitu. Iso tuku leptop kok (beli ranselnya aja nggak kuat, red). Ngisor 300 ono kok.

Hmm.. mbales dia. Gara-gara tadi saya bilang gak mampu bayar benwit, sementara bisa beli taft. Kondisi saya kan beda. Saya bisa beli karena kredit. Jadi kalau ransel-ransel Eiger itu dikreditkan, hayuu aja. Lirik sebelah kiri, ada Polo (untuk ke sekian kalinya, tidak bermaksud promosi, red). Setelah sekitar 15 menit bongkar-bongkar barang disitu tanpa sedikitpun malu diliatin yang jaga,

me : Ono polo luwih murah. Diskon pisan. Cuma barange ra pati meyakinkan. Waddaya think?
Buddy9 : Eiger is the best.

-__-

Sempat plirak-plirik lagi ke konter Eiger. Tapi harganya betul-betul bikin "il-fil". Ya sudah, saya balik ke counter Polo. Dan akhirnya berambisi membuktikan bahwa merk tidak cukup memuaskan saya, tanpa diimbangi harga yang sesuai.

Leptop nyicil ae kok ransel-e larang? ^^

Sempat muter-muter sendirian di Ramayana, sebelum akhirnya pulang 30 menit kemudian.

Sendirian tuh nggak enak ya ^^;

Wednesday, May 2, 2007

Hati-hati Sama Saya

Dulu waktu pertama kenal seorang teman, ada yang nasehatin. "Hati2 lho sama dia. Barang di etalase nggak sebagus aslinya".

Setelah banyak 'proses' yang kita semua lewati sama2, mungkin nanti 'penasehat' ini akan ngomong tentang saya ke orang lain begini, "Hati2 loh sama dia. Barang di etalase nggak sebagus aslinya"

:))

Trus kapan ya, saya bisa bilang begini tentang 'si penasehat' ini ke orang lain, "Hati2 lho sama dia. Barang di etalase nggak sebagus aslinya".

halah.. mbulet....mbulet... =))

Sunday, April 29, 2007

Nanasayo.com idup lagi

Nanasayo.com tiba2 idup lagi.
Tanya kenapa?
^_____________________________^

Saturday, April 21, 2007

Tidak Terawat

"Wah, sekarang grondrong dan pelihara jenggot ya...", begitu teman saya menyapa hari ini.

Hiks... pelihara jenggot? Padahal asli, ini karena akhir-akhir ini saya memang nggak terawat.

Jangankan untuk cukur rambut, kumis dan jenggot. Potong kuku saja sering lupa. Baju yang kemarin-kemarin juga sering saya pakai lagi. Padahal cuma tinggal masukin ke mesin cuci, tapi malesnya minta ampun.

Tapi untungnya urusan mandi minimal 2 kali sehari masih tetap saya lakukan.

Hihi.. sekali-sekali narsis, ah. Pasang foto di blog. Bandingkan dong versi terawatnya di sidebar sebelah kiri :D

Thursday, April 19, 2007

Koding di Laptop

Awalnya saya pikir kesalahan koding yang seringa saya lakukan akhir-akhri ini karena keyboard laptop saya yang nggak normal. Tapi ternyata hal ini juga dialamai oleh kebanyakan programmer pengguna laptop (CMiimW).

Jadi bisa disimpulkan (sementara), bahwa koding menggunakan laptop memang susah. Salah pencet tombl kibord, huruf yang nggak muncul walau sudah ditekan dan sebagainya, sanga berpengaruh dalam kegiatan koding. Haslnya adalah syntax error, salah variable, kurang koma, angka 0 (nol) kurang satu, de el-el.

Ya gitu deh..

Anda mau tau contoh kongkritnya? Postingan ini sengaja tidk saya edit penulisannya supaya Anda juga bisa melihat buruknya kualitas hasil pengetikan mengguanakan laptop.

Mungkin ini yang namanya adaptasi.
Atau memang saya yang kurang mahir ya?

Pengalaman Kerja

Suatu hari saya iseng-iseng ngelamun, dan tiba-tiba saja muncul skenario aneh ini, dimana saya berada dalam sebuah wawancara di sebuah perusahaan untuk posisi seorang programmer.

Boss : "Anda sudah pernah bekerja sebelumnya?"
Saya : "Sudah, Pak."
Boss : "Prestasi yang pernah Anda raih?"
Saya : "2 tahun berturut-turut membuat program dengan flow yang mbulet dan susah dipahami. Belum ada yang memecahkan rekor terlama itu, Pak"
Boss : "BAGUS!! Anda orang yang kami cari-cari selama ini!!"
Saya : "Lho??!!"
Boss : "Kami memang segaja membuat alur pemrograman yang sulit dipahami, agar web kami tidak mudah di-hack."
Saya : "Tapi, Pak..."
Boss : "Ah tidak usah bertele-tele. Kapan Anda bisa mulai bekerja? Saya harapkan hari ini..."
Saya : "Masalahnya..."
Boss : "Gaji, ya? Anda sebut saja berapa yang Anda minta."
Saya : "Bukan, tapi..."
Boss : "Ya.. ya.. saya tau. Sulit meninggalkan pekerjaan yang sekarang. Saya bisa kirim surat resmi ke atasan Anda sekarang juga."
Saya : "SAYA CUMA BISA PASCAL..."
Boss : "..."
Boss : "..."
Boss : "..."
Boss : "SIAPA YANG SURUH ANDA MASUK KESINI ??!!!!"

...garink....

Wednesday, April 11, 2007

Pindah Omah

Gara-gara tempat hosting di-suspend, akhirnya saya terpaksa pindah rumah.... hiks...

Tapi gapapa, "the blog must go on", gitu kata Freddie Mercury.

hiks...